Rabu, 20 Desember 2017

12 Tips Bayi Sering Gumoh


Smiling Blog - Pada usia di bawah satu tahun, bayi sering gumoh cukup umum terjadi. Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan. Istilah kedokteran untuk gumoh adalah gastroesophageal reflux. Namun hal ini tidak perlu terlalu Anda khawatirkan sebab gumoh ataupun muntah tidak menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius pada bayi. Hanya sedikit kasus bayi gumoh atau muntah yang mengindikasikan adanya masalah kesehatan serius.

Gumoh merupakan kondisi normal yang disebabkan kerongkongan bayi belum berkembang sepenuhnya, serta ukuran lambung yang masih sangat kecil. Biasanya gumoh akan menghilang ketika bayi berusia satu tahun. Pada saat itu, cincin otot di dasar kerongkongan umumnya sudah dapat berfungsi dengan baik, sehingga makanan yang masuk ke dalam perut bayi tidak mudah keluar. Selain mengeluarkan cairan susu atau makanan, gumoh juga bisa diiringi sendawa, batuk atau cegukan beberapa saat, tersedak, menolak makan atau menangis saat menyusu atau diberi makan.

Kondisi bayi sering gumoh yang tergolong normal dapat dinilai dari beberapa hal, yaitu bayi tetap tumbuh dan berkembang dengan baik, bayi tetap terlihat nyaman dan tidak rewel, dan sistem pernapasan bayi tetap berfungsi tanpa gangguan.

Berikut adalah tips untuk mengatasi atau mengurangi terjadinya gumoh pada bayi.
  1. Jangan berikan ASI atau susu saat bayi berbaring. Usahakan bayi dalam posisi tegak selama 30 menit setelah menyusui.
  2. Jangan dudukan bayi di kursi khusus bayi setelah menyusu sebab dapat meningkatkan tekanan pada perutnya.
  3. Hindari merangsang aktivitas yang berlebihan setelah bayi menyusu.
  4. Usahakan bayi dalam posisi miring dengan kepala lebih tinggi dari kaki membentuk sekitar 45 derajat. Posisi ini bisa membuat cairan turun ke bawah.
  5. Jangan langsung mengangkat bayi saat gumoh atau muntah karena bisa jadi gumoh turun dan masuk ke paru-paru. Sebaiknya tengkurapkan atau miringkan bayi dan biarkan ia muntah sampai tuntas.
  6. Bila bayi gumoh melalui hidung sebaiknya biarkan saja. Kondisi akan berbahaya bila cairan dihirup kembali dan masuk ke paru-paru. Keluarnya cairan dari hidung menandakan bahwa muntahan bayi terlalu banyak sehingga samapi keluar lewat hidung.
  7. Kondisi akan membahayakan bila bayi tersedak sehingga muntahannya masuk ke paru-paru. Segera miringkan atau tengkurapkan bayi bila terlihat tanda-tanda ingin muntah.
  8. Susui bayi sebelum bayi terlalu lapar. Bayi yang lapar meminum susu terlalu cepat sehingga banyak udara yang ikut tertelan dan terperangkap di dalam perut. Perhatikan juga pola makan bagi balita Ibu.
  9. Susui bayi sedikit demi sedikit. Bila ia disusui dengan botol, berhentilah setiap 30-50 ml (tergantung usia bayi). Bila ia menyusu ASI, berhentilah setiap 5-10 menit, tergantung kondisi bayi dan kelancaran ASI ibu.
  10. Bila ia menyusu dengan botol, gunakan dot yang pas dengan bayi Anda. Bila lubang dot terlalu besar, aliran susu terlalu cepat. Bila lubang terlalu kecil, aliran susu terlalu lambat dan banyak udara ikut terminum oleh bayi.
  11. Hindari pemakaian diaper yang terlalu ketat, dan jangan menekan perut bayi.
  12. Setiap menyusu 30-50 ml, gendong bayi dalam posisi tegak dengan kepalanya di atas bahu kita. Lalu tepuk-tepuk punggungnya agar ia bersendawa. Bila ia menyusu ASI, lakukan ketika akan beralih ke payudara lainnya.
Pada umumnya bayi sering gumoh tidak berbahaya, namun ibu perlu waspada bila melihat tanda-tanda ini. Yaitu: terdapat darah pada susu yang keluar ketika gumoh, bayi tersendak, bayi menjadi biru, cairan yang keluar terlalu banyak hingga berat badan menurun drastis atau susah naik. Bila ibu menemui kondisi seperti itu, bawalah bayi pada dokter anak.
Semoga membantu informasinya.


EmoticonEmoticon